Page 57 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 57

persen berarti terjadi fluktuasi atau heterogen. Jika KV< 25 persen, data cenderung
                  menunjukkan karakteristik yang homogen atau fluktuasi kecil. Sedangkan menurut
                  Panjaitan et al (2019), fluktuasi harga dikelompokkan berdasarkan kv nya, yaitu:
                     a.   Tidak Kritis     = KV=0
                     b.   Rendah              = KV<10 persen
                     c.   Sedang              = 10 persen ≤ KV <20 persen
                     d.   Tinggi                 = 20 persen ≤ KV <30 persen
                     e.   Sangat tinggi      = kV≥30 persen
                  Nilai  KV  ini  dijadikan  indikator  bagi  penentuan  fluktuasi  di  lokasi  studi  untuk
                  menentukan kondisi fluktuasi harga sebelum, saat, dan setelah Covid-19 di masing-
                  masing lokasi studi.
               2.  Disparitas harga livebird di tingkat peternak dan harga karkas ayam broiler di tingkat
                  konsumen  menggunakan  model  konvergensi.  Harga  yang  konvergen  berarti
                  disparitas harga kecil dengan formula (Barro et al., 1991) sebagai berikut:
                                   =   1    -1 +   2  X     +       

                     Dimana:
                     Pit adalah harga ayam broiler atau karkas di tingkat daerah (rupiah); Pit-1 adalah
                     harga  tingkat  daerah  periode  sebelumnya  (rupiah);  PXit  adalah  harga  ayam
                     broiler (live bird) atau karkas di tingkat nasional; β1 adalah koefisien konvergensi;
                     β2 adalah koefisien variabel harga ayam broiler atau karkas tingkat nasional.
                     Apabila koefisien β1 < 1, maka terjadi konvergensi atau tidak terjadi disparitas
                     harga. Formula ini adalah regresi berganda yang digunakan untuk mengukur
                     disparitas  harga  dimasing-masing  daerah  dimana  Pit-1  mencerminkan  harga
                     komoditas  di  daerah  dan  PXit  adalah  harga  komoditas  di  tingkat  nasional
                     sehingga kondisi harga di daerah akan tercermin disparitas harga dibandingkan
                     dengan harga komoditas nasional dilihat dari nilai koefisien β1.

              3.4.  Hasil dan Pembahasan
              3.4.1. Perkembangan Populasi Ayam Broiler di Indonesia
                    Perkembangan  populasi  ayam  broiler  di  Indonesia  merupakan  respon  dari
              pemintaan ayam broiler yang cukup pesat. Komoditas ini diminati karena harga yang
              relatif terjangkau dibandingkan dengan daging sapi. Oleh karena itu, industri ayam broiler
              berkembangn cukup pesat karena didukung oleh industri peternakan ayam broiler yang
              terintegrasi dengan modal yang besar, khususnya pemodal dari luar negeri (Jamarizal et
              al,  2017;  Burhanudin  et  al.,  2013;  Amelia  et  al,  2018).  Industri  ayam  ini  mampu
              memproduksi  ayam  dalam  waktu  yang  relatif  singkat  dibandingkan  dengan  ayam
              lokal/kampung.











                                                    39
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62