Page 54 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 54

sehingga dampak turunannya adalah terjadi kelangkaan komoditas pangan tersebut dan
              otomatis  hal  ini  dapat  meningkatkan  harga  komoditas.  Oleh  karena  itu,  pemerintah
              sangat menjaga komoditas pangan, khususnya pangan strategis, yaitu daging ayam,
              agar tidak terjadi fluktuasi yang besar sehingga konsumen tetap dapat menikmati daging
              ayam dengan harga terjangkau.
                    Penelitian tentang Dampak Covid 19 terhadap industri ayam broiler masih terbatas
              pada aspek produksi dan supply chain diantaranya yang diteliti oleh Yazdekkahsti et al.,
              2021 di Missisipi; Fang et al (2021) di Myanmar; dan Meuwissen et al., (2021) di wilayah
              Eropa,  Burhanudin  et  al  (2013)  di  Indonesia.  Penelitian  tentang  dampak  Covid-19
              terhadap  harga  ayam  Broiler  di  peternak  dan  karkas  di  tingkat  konsumen  yang  bisa
              menyebabkan fluktuasi dan disparitas harga belum banyak dilakukan. Penelitian tentang
              fluktuasi  dan  disparitas  harga  ini  penting  untuk  dilakukan  untuk  mengidentifkasi
              kesenjangan harga antar daerah dalam upaya menjaga stabilitas harga. Hal ini penting
              bagi pemerintah sebagai stabilisator harga pangan pokok dalam menjaga keseimbangan
              suplai dan demand ayam broiler dan karkasnya.
                    Disparitas  harga  adalah  perbedaan  harga  suatu  barang  berdasarkan  waktu,
              lokasi,  segmen,  usia,  jenis  kelamin,  permintaan,  atau  bahkan  tingkat  pengguna
              (Jeeweetha  and  Gayathiri,  2022).  Disparitas  harga  adalah  adanya  perbedaan  harga
              yang sangat signifikan atas suatu harga komoditas bahan pokok tertentu antar daerah
              (Hermawati E.A.S., 2022). Disparitas diukur dengan perbedaan harga tertinggi dengan
              rata-rata  harga  nasional  (Barro  et  al.,  1991).  Disparitas  harga  juga  dapat  diartikan
              sebagai  perbedaan  positif  atau  negatif  antara  harga  pasar  domestik  dengan  harga
              internasional (Pitt, 1981). Dengan demikian, disparitas harga dapat diartikan perbedaan
              harga  suatu  komoditas  disuatu  wilayah  dibandingkan  harga  yang  dijadikan  standar,
              seperti  harga  komoditas  itu  di  tingkat  kabupaten/kota,  provinsi,  nasional  atau
              internasional. Berdasarkan definisi tersebut dapat disebutkan bahwa disparitas harga
              terjadi apabila terjadi gap yang cukup tinggi terhadap barang pangan dan barang penting.
              Disparitas harga biasanya ditujukan untuk komoditas-komoditas pangan yang sangat
              strategis  sehingga  pemerintah  dapat  mengantisipasi  apabila  terjadi  perbedaan  harga
              yang  cukup  tinggi  antar  daerah.  Beberapa  faktor  penyebab  disparitas  harga  adalah
              (Hermawati E.A.S., 2022) antara lain: kelangkaan barang, tidak meratanya persebaran
              sentra produksi komoditas, panjangnya rantai pasok, hambatan geografis, komoditas
              pangan  sangat  tergantung  pada  musim  dan  cuaca,  dan  wilayah  itu  bukan  sebagai
              wilayah produksi.
                    Fluktuasi  dan  disparitas  harga  adalah  istilah  yang  digunakan  untuk
              menggambarkan fenomena harga pada kondisi real di pasar. Terkadang naik dan turun
              yang disebabkan beberapa faktor, seperti disinformasi pasar, pasokan barang berlebih
              atau  kurang,  geografis,  keamanan,  perilaku  konsumen  dan  sebagainya.  Di  satu  sisi,
              pada komoditas yang mana antar wilayah terjadi juga perbedaan harga antara wilayah
              yang satu dengan wilayah yang lain dalam satu kabupaten/kota atau provinsi. Hal-hal
              tersebut sangat mungkin terjadi pada suatu komoditas, seperti harga ayam broiler dan
              daging ayam. Fluktuasi dan disparitas harga ayam broiler dan karkas sebelum, saat, dan
              setelah pandemi Covid-19 menjadi menarik untuk diteliti, khususnya di Indonesia karena
              penelitian dalam tiga periode yang berbeda ini belum ada penelitian sebelumnya. Oleh
              karena  itu,  kajian  ini  berjudul  fluktuasi  dan  disparitas  harga  ayam  broiler  di  tingkat
                                                    36
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59