Page 51 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 51
BAB III
FLUKTUASI DAN DISPARITAS HARGA AYAM BROILER DI TINGKAT
PETERNAK DAN HARGA KARKAS DI TINGKAT KONSUMEN PERIODE
SEBELUM, SAAT DAN SETELAH PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA
3.1. Abstrak
Ayam broiler merupakan komoditas pangan strategis yang perlu dijaga stabilitas
harganya. Fluktuasi dan disparitas harga ayam broiler dan karkas pada periode sebelum,
saat, dan setelah pandemi Covid-19 menjadi topik riset yang menarik untuk dianalisis di
Indonesia. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis fluktuasi dan disparitas
harga ayam broiler dan karkasnya sebelum, saat, dan setelah pandemi Covid-19 di lima
wilayah produsen ayam broiler, yaitu provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Data yang digunakan adalah data series
perminggu sebelum Covid-19 (2017 – Februari 2020), saat Covid-19 (Maret 2020 –
2022), dan setelah pandemi Covid (Januari – Juni 2023). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa fluktuasi harga ayam broiler sebelum dan saat pandemi Covid-19 di lima wilayah
studi pada kategori sedang, namun setelah pandemi hampir seluruh wilayah studi
memiliki kategori fluktuasi rendah, kecuali provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai
koefisien variasinya adalah 10,02%. Fluktuasi harga karkas sebelum dan saat pandemi
di wilayah studi rendah dan sedang, sedangkan setelah pandemi Covid-19 semua
provinsi pada kategori fluktuasi rendah. Disparitas harga ayam broiler sebelum, saat, dan
setelah pandemi antar wilayah menunjukan nilai koefisien b1 < 1 atau tidak terjadi
disparitas harga. Demikian juga pada harga karkas tidak terjadi disparitas harga antar
wilayah. Fluktuasi dan disparitas harga ayam broiler dan karkasnya tidak dipengaruhi
Pandemi Covid-19 namun dipengaruhi oleh produksi atau ketersediaanya. Pemerintah
mampu menjaga stabilitas harga ayam broiler dan karkas di wilayah produsen di
Indonesia
Kata kunci: Fluktasi, disparitas, broiler, karkas, harga.
3.2. Pendahuluan
Penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19) adalah penyakit yang sangat menular yang
mengancam kesehatan masyarakat global dan telah dinyatakan sebagai krisis pandemi
di seluruh dunia (Lake, 2020). Dampak yang ditimbulkan oleh pandemi penyakit ini
sangat masif dan hampir seluruh negara di dunia terkena oleh virus ini, termasuk
Indonesia. Covid-19 memiliki dampak negatif pada industri perunggasan, yang
menciptakan beberapa tantangan signifikan untuk berbagai segmen rantai pasoknya.
Berdasarkan perspektif produsen, penurunan permintaan konsumsi menyebabkan
penurunan produksi unggas (Yazdekhasti et al, 2021). Industri ayam broiler mulai rantai
pasok DOC atau bibit, budidaya ayam, produksi pakan dan obat-obatan, operasional,
distribusi dan pemasaran produksi menghadapi hambatan akibat pandemi ini, padahal
industri ini memiiki putaran ekonomi yang cukup tinggi (Budastra, 2020). Salah satu
tantangan paling signifikan dalam rantai pasok unggas adalah dampak bencana COVID-

