Page 52 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 52

19 (Antipova, 2020). Pandemi akan memengaruhi tingkat produksi unggas (Kolluri et al.,
              2021; Palouj et al., 2021), akses dan permintaan pelanggan (Kolluri et al., 2021; Uyanga
              et  al.,  2021).  Penurunan  jumlah  produksi  broiler  yang  disebabkan  oleh  pengurangan
              jumlah  produksi  ayam  broiler  sebagai  feedback  penurunan  jumlah  permintaan  yang
              berakibat  pada  penurunan  pendapatan  para  petermak  dan  pedagang  ayam  broiler
              (Rusman et al., 2022; Ardian et al., 2022; Prayoga et al., 2021). Penurunan permintaan
              juga terjadi di Provinsi Bengkulu sebagai dampak Covid-19, yaitu 509.385 ekor pada
              tahun  2019  menjadi  498.367  ekor  ayam  pada  tahun  2020  (Yurike,  2022).  Respon
              penurunan permintaan juga ditransmisi dengan penurunan jumlah produksi ayam broiler
              oleh  para  peternak  (Ardian  et  al,  2022).  Guncangan  yang  bersifat  tiba-tiba  dan
              perubahan  yang  tidak  dapat  diprediksi  sangat  berpengaruh  terhadap  kehidupan  dan
              bersifat  merusak.  Ketika  situasi  seperti  ini  terjadi,  strategi  yang  tepat  untuk
              melakukannya dengan strategi bertahan hidup (Puspitasari et al., 2019)
                    Dampak Covid-19 terhadap industri unggas tidak hanya dirasakan di Indonesia
              saja, melainkan hampir di seluruh dunia. Beberapa penelitian global terkait Covid-19 dan
              sektor perunggasan ditemukan dari negara-negara berikut: India (Biswal et al., 2020;
              Kolluri et al., 2021), Kanada (Pu et al., 2020; Weersink et al., 2020) China (Pu et al.,
              2020), Nigeria (Bamidele et al., 2021), Iran (Palouj et al., 2021), Kuwait (Al-Khalifah et
              al.,  2020),  Inggris,  Italia,  Brasil,  Jerman,  Arab  Saudi,  Mesir  (Hafez  et  al.,  2021),
              Mayanmar (Fang et al., 2021), AS (Hafez et al., 2021; Mallory et al., 2021), dan Polandia
              (Pawlowska et al., 2022). Perdagangan daging ayam global turun 4% akibat dampak
              Covid-19  pada  rantai  pasok  unggas  (Das  &  Samanta,  2021).  Rantai  pasok  unggas
              sangat terhambat oleh pembatasan pergerakan manusia dan logistik (Sattar et al., 2021;
              Al-Khalaifah dkk., 2020; Pu et al., 2020). Sektor perunggasan Bangladesh rusak oleh
              pandemi  Covid-19  karena  diterapkannya  lockdown  dan  rumor  bahwa  unggas  dan
              produknya  dapat  menularkan  penyakit  (Al  Satar  et  al.,  2021).  Di  sisi  lain,  gangguan
              produksi dan transportasi, penurunan permintaan konsumen dan pasar membawa pada
              kesulitan keuangan yang besar, bahkan menyebabkan penutupan permanen sejumlah
              peternakan (Al Sattar et al., 2021; Ijaz et al., 2021). Selain itu,  sektor ini mengalami
              kerugian mencapai 1,35 miliar USD hanya dalam waktu dua minggu dari tanggal 20
              Maret  hingga  4  April  2020.  (Chandra  dan  Rahman,  2021).  Pada  Agustus  2020,  ada
              sekitar 50.000 kasus di antara pekerja unggas di Brasil, sedangkan di India, Covid-19
              menyebabkan  kerugian  $3  juta  dalam  industri  unggas  (Kolluri  et  al.,  2021).  Situasi
              tersebut  dapat  mempercepat  timbulnya  krisis  pangan  akibat  runtuhnya  sektor
              peternakan selama pandemi       Covid-19. Waltenburg dkk. (2020) melaporkan dampak
              Covid-19 terhadap pekerja di industri pengolahan daging dan unggas di AS. Hafez &
              Attia  (2020)  menyelidiki  tantangan  saat  ini  dan  masa  depan.  Weersink  dkk.  (2020)
              mempelajari  bagaimana  Covid-19  berdampak  pada  rantai  pasok  unggas  di  Kanada
              antara  periode  Desember  2019  dan  Maret  2020.  Produksi  DOC  di  A.S  mengalami
              penurunan  cukup  signifikan  pada  bulan  April  dan  Mei  2020  dibandingkan  tahun
              sebelumnya (Yazdekhasti et al, 2021). Oleh karena itu, pandemi Covid-19 secara global
              mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap peternakan ayam broiler.
                    Hasil penelitian menunjukkan bahwa Covid-19 menyebabkan kelangkaan bahan
              pakan  dan  menaikkan  harga.  Hal  ini  menciptakan  kondisi  kerentanan  yang  sangat
              dipengaruhi oleh faktor fisik, sos ial, ekonomi dan isu lingkungan yang meningkatkan
                                                    34
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57