Page 37 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 37
lainnya melalui pemasok untuk tujuan pasar modern dan konsumen institusi. Baik pada
pola kemitraan internal maupun eksternal harga ditentukan melalui harga Posko yang
merupakan organisasi perusahaan peternakan besar dan pemodal, sedangkan peternak
mandiri mengikuti harga pasar.
Dengan demikian, sistem rantai pasok ayam broiler memiliki kompleksitas yang
tinggi karena melibatkan banyak aktor, arus informasi, keuangan, dan aliran produk
berupa ayam broiler. Kompleksitas dicirikan sebagai berikut (Chilers, 2002): 1) terdiri dari
banyak unsur; 2) ada interaksi antar unsur; 3) Interaksi antar elemen saling
mempengaruhi; 4) Interaksi bersifat linear dan non-linear; 5) Interaksi biasanya memiliki
rentang waktu yang cukup pendek; 6) Ada sosok/figur dalam interaksi; 7) biasanya
merupakan system terbuka; 8) beroperasi dalam kondisi yang jauh dari ekuilibrium; 9)
Memiliki histori; dan 10) Setiap elemen dalam system tidak mengetahui perilaku system
secara keseluruhan. Kompleksitas masalah meningkat dengan cepat setelah
pertimbangan produk dan arus informasi yang terlibat di seluruh lingkungan rantai pasok
dari ujung hulu ke ujung hilir.
Kompleksitas yang terjadi di dalam rantai pasok menyebabkan terjadinya harga
ayam broiler dikontrol oleh beberapa aktor dalam arena. Para aktor yang terlibat dalam
sistem rantai pasok dan pembentukan harga ayam broiler sebagai arena akan
berkontestasi sehingga peran masing-masing aktor dapat terlihat dari hulu sampai hilir.
Di setiap arena yang dibatasi dalam betuk wilayah akan memiliki ciri yang berbeda-beda
dalam hal jumlah, ciri, peran, kepentingan, dan pengaruh masing-masing aktor tersebut
di setiap wilayah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk membandingkan
karakteristik dari setiap arena antar wilayah.
2.3.2. Desain Penelitian
Jenis penelitian adalah deskriptif dan eksplanatif. Penelitian ini mendeskripsikan
dan menjelaskan mengenai fenomena-fenomena yang menjadi objek studi, yaitu
karakteristik dan kapasitas kontestasi aktor rantai pasok ayam broiler dalam
hubungannya dengan fluktuasi harga ayam broiler (live bird) (Fausayana, 2017; Miles
dan Huberman, 1992). Unit kasus dalam penelitian ini adalah sistem rantai pasok ayam
broiler dengan fokus pada kontestasi antar aktor dalam hubungannya dengan fluktuasi
harga live bird, baik secara nasional maupun tingkat provinsi. Pendekatan teori praktek
sosial diterapkan pada penelitian ini sebagai model disain dalam penentuan habitus,
modal dan arena pada rantai ayam broiler. Penelitian ekplanatif dimaksudkan bahwa
penelitian ini akan memberikan penjelasan tentang saling hubungan antar aspek-aspek
fenomena sesuai fokus penelitian. Dengan level tujuan pada deskripsi dan eksplanasi
tersebut, penelitian ini akan mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai fenomena-
fenomena yang menjadi objek studi, yaitu karakteristik dan kapasitas kontestasi aktor
rantai pasok ayam broiler dalam hubungannya dengan fluktuasi harga ayam broiler.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif.
Artinya, realitas sosial terkait aspek-aspek yang menjadi fokus penelitian didekati dari
sisi kualitasnya berupa proses dari konstruksi realitas dan makna-makna dibalik realitas
tersebut. Pengertian deskripsi secara kualitatif yaitu data dikumpulkan dan dinyatakan
dalam bentuk kata-kata dan gambar, kata-kata disusun dalam kalimat, sedangkan
pengertian eksplanasi secara kualitatif adalah menjelaskan alur peristiwa secara
19

