Page 36 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 36
Konsep arena definisi Bourdieu adalah area yang terstruktur, aktivitas sosial yang
berpola atau “praktik” (Bourdieu, 1990). Arena juga merupakan ranah kontestasi yang
menggunakan dan menyebarkan berbagai jenis modal baik berupa ekonomi, kultur,
sosial, maupun simbolik (Sjaf, 2014). Arena adalah perjuangan yang di dalamnya aktor-
aktor menerapkan strategi untk memaksimalkan posisinya dengan menggunakan modal
yang mereka miliki (Wiranata, 2020). Bourdieu menjelaskan dalam arena apapun agen-
agen yang menempati berbagai macam posisi yang terlibat di dalam kompetisi akan
memperebutkan kontrol kepentingan atau sumber daya yang khas dalam arena yang
bersangkutan (Bourdieu, 1990). Arena ini berisi kumpulan modal yang berproses di
dalam arena dan juga merupakan hasil dari arena tersebut. Di arena ekonomi misalnya,
agen-agen saling bersaing demi modal ekonomi melalui berbagai strategi investasi
dengan menggunakan modal ekonomi. Demikian juga, di dalam arena terdapat batasan-
batasan yang membatasi ruang gerak dari para agen-agen yang terlibat di dalam arena
tersebut dan menempati posisinya masing-masing. Permainan yang terjadi dalam ruang-
ruang sosial atau field bersifat kompetif, dengan berbagai agen-agen sosial yang ada di
dalamnya menggunakan berbagai strategi yang berbeda untuk mempertahankan atau
meningkatkan posisi mereka. Berdasarkan konsep arena, sistem rantai pasok ayam
broiler merupakan suatu arena yang didalamnya terdapat aktor atau agen-agen yang
menempati posisi masing-masing dan juga terdapat ruang batas atau bahkan setiap
agen dapat berkontestasi memperebutkan kontrol kepentingan atau sumber daya yang
khas dalam arena yang bersangkutan.
Uraian-uraian habitus, modal, dan arena menjadi dasar konsep untuk
mengilustrasikan para aktor yang berkontestasi di dalam sistem rantai pasok ayam
broiler. Rantai pasok merupakan suatu konsep yang didalamnya terdapat sistem
pengelolaan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi harga maupun aliran
keuangan (Emhar et al, 2014). Hubungan antar pelaku rantai pasok yang berjalan baik
dapat mendukung efektivitas rantai pasok secara keseluruhan, sebaliknya hubungan
yang tidak berjalan dengan baik antar pelaku rantai pasok dapat mengganggu efektivitas
rantai pasok secara keseluruhan (Janvier-James, 2012). Manajemen rantai pasok
adalah integrasi aktivitas pengadaan bahan baku dan pelayanan, pengubahan barang
setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman ke pelanggan (Heizer dan Render,
2006). Gambaran manajemen rantai pasok industri ayam broiler perlu dipetakan
sehingga akan diketahui peran masing-masing aktor di dalam SCM serta kekuatan
kapitalisasi dari perusahaan atau unit-unit yang terintegrasi tersebut. Hal ini akan
berdampak pada produk akhir dari industri ayam adalah ayam siap potong (live bird).
Menurut David (2007) pengelolaan peternakan unggas yang berkelanjutan memerlukan
penyelesaian secara kompleks, dimana keseluruhan aspek baik sosial ekonomi, budaya,
teknologi dan politik.
Hasil kajian Saptana et al. (2016) menyimpulkan bahwa pola rantai pasok broiler
antar kemitraan usaha internal dan eksternal, serta peternak mandiri relatif sama yaitu
melalui pedagang pengumpul dan agen atau pemasok, selanjutnya pedagang
pengumpul menjual ke RPA atau pedagang besar (middle man), selanjutnya sebagian
besar ditujukan untuk pedagang besar pasar dan pengecer di pasar-pasar tradisional
dan sebagian dijual ke agen atau pemasok, selanjutnya ke RPA (jasa pemotongan),
kemudian sebagian besar dijual untuk tujuan pasar becek (wet market) dan sebagian
18

