Page 38 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 38

kronologis  sehingga  dapat  dinilai  hubungan  sebab  akibat  (kausalitas)  antar  peristiwa
              atau  gejala  dan  dapat  memberi  kejelasan  tentang  fenomena  (Miles  dan  Huberman,
              1992).
                    Penelitian  ini  didesain  dengan  metode  studi  kasus.  Studi  kasus  adalah  studi
              tentang suatu masalah yang dieksplorasi melalui satu atau lebih kasus dalam sistem
              yang  terbatas  (Creswell,  2013).  Unit  kasus  dalam  penelitian  ini  adalah  sistem  rantai
              pasok  ayam  broiler  dengan  fokus  pada  kontestasi  antar  aktor  dalam  hubungannya
              dengan  fluktuasi  harga  ayam  broiler.  Jenis  studi  kasus  yang  digunakan  adalah  studi
              kasus instrumental, dimana kasus ditempatkan sebagai intrumen untuk mengeksplorasi
              konsep/teori  kontestasi  aktor  dalam  konteks  mekanisme  pembentukan  harga  suatu
              komoditas. Kasus yang diteliti bukan kasus tunggal, melainkan sejumlah kasus pada
              daerah  berbeda,  dengan  demikian  disain  penelitian  ini  adalah  studi  kasus  kolektif
              instrumental.  Pendekatan  teoritik  menggunakan  kajian  habitus  dan  modal  dan  rantai
              ayam  broiler  dalam  perspektif  Pierre  Felix  Bourdieu  (1980),  kajian  menggambarkan
              bagaimana aktor-aktor rantai pasok ayam broiler mengeksplorasi kepercayaan, habitus,
              modal dan kelembagaan. Ada empat konsep dasar dalam teori strukturalisme Bourdieu,
              yang  kemudian  oleh  Bourdieu  dijabarkan  dalam  rumusan  generatif,  yaitu:  (habitus  x
              modal) + ranah = praktik.

              2.3.3. Penentuan Lokasi Penelitian
                    Lokasi yang dipilih pada penelitian ini adalah tingkat nasional dan tingkat provinsi,
              yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
              Provinsi yang dipilih adalah sebagai sentra produksi ayam broiler. Informan penelitian
              terdiri dari 1-2 orang top manajemen di perusahaan GPS di kantor pusat, 1-2 orang
              pimpinan commercial farms di provinsi, 1-2 orang perwakilan asosiasi peternak (Gopan
              atau Pinsar) di provinsi, satu peternak kemitraan integrator di provinsi, dan satu orang
              peternak mandiri.

              2.3.4. Teknik Pengumpulan Data
                    Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan
              melalui wawancara dengan aktor yang terlibat dalam rantai pasok ayam broiler, yaitu
              perusahaan integrator, perusahaan pembibit, perusahaan distribusi DOC, perusahaan
              budidaya, peternak kemitraan integrator, peternak mandiri, peternak plasma, broker, dan
              pengepul  ayam  broiler.  Data  sekunder  dikumpulkan  melalui  berbagai  dokumen  dari
              Ditjen Peternakan Kementan; Badan Pusat Statistik di pusat dan daerah sentra produksi,
              serta laporan-laporan terkait data yang dikumpulkan.
                    Teknik wawancara mendalam (in-depth interview) digunakan untuk menyingkap
              data  tentang  identitas  (identity)  aktor,  kepentingan  (interest)  aktor,  pengaruh  (power)
              aktor, peranan (roles) yang dimainkan aktor dalam berjalannya sistem rantai pasok ayam
              broiler dan terbentuknya harga ayam broiler. Wawancara mendalam dilakukan dengan
              menggunakan  pedoman  wawancara  yang  bersifat  semi  terstruktur.  Hasil  wawancara
              mendalam ditulis dalam format catatan lapangan.
                    Teknik  wawancara  kuesioner  juga  digunakan  dalam  penelitian  ini  dengan
              menggunakan pertanyaan tertutup kepada aktor yang terlibat langsung dalam kontestasi
              di  balik  terbentuknya  harga  ayam  broiler.  Wawancara  dilakukan  pada  perusahaan
                                                    20
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43