Page 76 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 76

memperlihat kinerja pasca dan transmisi harga doc dan ayam broiler pada rantai pasok
              tersebut.
                    Harga  DOC  yang  tinggi  dapat  mempengaruhi  jumlah  ayam  yang  diproduksi
              peternak (de Gorter et al., 2021; Heft-Neal et al., 2008; Janssens et al., 2013; Manning
              & Baines, 2004; Wilson et al., 2021). Jika harga DOC naik, petani mungkin mengurangi
              jumlah  pembelian  bibit  atau  memilih  untuk  tidak  memperluas  usaha  peternakannya
              (Manning  &  Baines,  2004).  Hal  ini  dapat  mengakibatkan  penurunan  produksi  dan
              pasokan ayam ke pasar (Janssens et al., 2013). Sebaliknya, jika harga DOC rendah atau
              terjangkau,  peternak  mungkin  akan  cenderung  membeli  lebih  banyak  bibit  untuk
              meningkatkan  produksi,  yang  dapat  mengakibatkan  peningkatan  pasokan  ayam
              (Manning & Baines, 2004). Harga DOC juga dapat mempengaruhi persaingan dan harga
              jual ayam di pasaran. Jika harga DOC meningkat maka biaya produksi peternak juga
              akan meningkat (Janssens et al., 2013). Peternak kemungkinan besar akan berusaha
              menutupi  biaya  tambahan  tersebut  dengan  menaikkan  harga  jual  ayam,  namun  jika
              harga  jual  ayam  menjadi  terlalu  tinggi,  konsumen  mungkin  akan  beralih  ke  produk
              alternatif atau mengurangi konsumsi ayam (de Gorter et al., 2021). Sebaliknya jika harga
              DOC turun maka peternak dapat menurunkan harga jual ayamnya agar tetap kompetitif,
              hal ini dapat mendorong pertumbuhan penjualan dan permintaan pasar (Heft-Neal et al.,
              2008).
                    Harga  DOC  juga  dapat  mempengaruhi  rantai  pasok  lain  yang  terkait  dengan
              industri peternakan ayam (Manning & Baines, 2004). Misalnya, produsen pakan ternak
              akan  merasakan  dampak  harga  DOC  terhadap  biaya  produksinya  (Janssens  et  al.,
              2013). Jika harga DOC naik, maka biaya produksi pakan ternak juga bisa naik. Hal ini
              dapat  mempengaruhi  harga  jual  pakan  ternak  dan  selanjutnya  dapat  mempengaruhi
              biaya produksi peternak ayam secara keseluruhan (Wilson et al., 2021).
                    Terlepas dari dampaknya, penting bagi pelaku usaha dalam rantai pasok ayam
              untuk memperhatikan dan memahami perubahan harga DOC dan dampaknya dalam
              merencanakan dan mengelola rantai pasok secara efisien dan efektif (de Gorter et al.,
              2021; Heft -Neal dkk., 2008). Berdasarkan pendapat-pendapat yang dikemukakan, maka
              hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh harga DOC terhadap kelancaran
              rantai pasok ayam broiler (Hipotesis 1).
                    Input produksi utama industri perunggasan yaitu sumber bibit dan pakan sangat
              bergantung pada impor (Rugraff & Hansen, 2018). Konsekuensi dari ketergantungan
              bahan  baku  impor  mendorong  perubahan  harga  akhir  produk,  live  bird  dan  sarana
              produksi ternak dari waktu ke waktu (Puska Dagri, 2016; Saptana et al., 2017). Implikasi
              dari permasalahan yang dihadapi menyebabkan fluktuasi harga ayam broiler di tingkat
              konsumen dan dapat menyebabkan sistem rantai pasok produk unggas menjadi tidak
              efisien (Saptana & Yofa, 2016).
                    Secara teoritis, kuantitas produksi dapat memberikan pengaruh yang signifikan
              terhadap  rantai  pasok  (Das  &  Abdel-Malek,  2003;  Disney  &  Towill,  2003;  Gupta  &
              Maranas, 2003; Gupta & Palsule-Desai, 2011; Holt & Ghobadian, 2009). Rantai pasok
              terdiri  dari  berbagai  tahapan  dan  aktor  yang  terlibat  dalam  memproduksi,
              mendistribusikan,  dan  menjual  produk  ke  pelanggan  akhir  (Cui  et  al.,  2016).  Jumlah
              produksi dapat mempengaruhi ketersediaan produk di pasaran (Solano-Blanco et al.,
                                                    58
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81