Page 74 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 74
untuk penyebaran jenis ayam broiler di Indonesia sangat terbatas (Azizah et al, 2023;
Ferlito and Respatiadi, 2018). Kondisi ini juga terjadi di Eropa dimana perusahaan
breeding sangat terbatas (Hiemstra and Napel, 2013). Sekarang ini, ada 3 perusahaan
mendominasi pasar dunia karena memiliki pure line, yaitu Aviagen Broiler Breeders,
Cobb-Vantress and Hubbard (Hiemstra and Napel, 2013). Perusahaan Aviagen Broiler
Breeders adalah bagian dari Aviagen Group dan yang merupakan perusahaan keluarga
bernama EW Group yang berlokasi di Jerman. Hubbard dimiliki oleh Groupe Grimaud
yang berlokasi di Perancis dan juga merupakan perusahaan keluarga. Adapun Cobb-
Vantress adalah anak perusahaan dari Tyson FoodsInc. Perusahaan ini diwakili oleh
Cobb-Europe di Eropa berlokasi di Colchester, Inggris.
Struktur suplai bibit ayam broiler didunia hanya dilakukan oleh beberapa
perusahaan.. Dengan demikian, struktur industri perunggasan, khususnya ayam broiler,
mengarah pada struktur pasar oligopolistik termasuk di Indonesia (Saptana and
Daryanto, 2013; Kariyasa dan Sinaga 2003; Fitriani 2006; Yusdja et al., 2004; Curibot et
al, 2019). Pada struktur pasar ini, perusahaan pembibitan yang berada di Indonesia
dapat melakukan perubahan harga DOC sebagai akibat dari terjadi perubahan dari input
produksi, khususnya bibit ayam yang diimpor dari luar negeri atau harga pakan (Saptana
et al, 2017). Kemudian perubahan harga tersebut akan ditransmisikan ke perusahaan
yang terintegrasi atau bermitra dengan perusahaan pembibitan tersebut (Saptan dan
Yofa, 2016). Perubahan harga tersebut berdampak pada penjualan harga jual broiler di
tingkat konsumen. Dalam penelitian rantai pasok ini harga dan arus produk menjadi
faktor yang dianalisis dalam variabel rantai pasok karena kedua variabel tersebut dapat
menggambarkan kondisi rantai pasok ayam broiler pada masing-masing pelaku di
dalamnya. Kedua variabel ini dapat menunjukkan postperformance dan transmisi harga
ayam doc dan ayam broiler dalam rantai pasok.
Input produksi utama dari industri perunggasan, yaitu sumber bibit dan pakan,
sangat tergantung dari impor. Konsekuensi ketergantungan terhadap bahan baku impor
mendorong terjadinya perubahan harga final produk, ayam broiler hidup, dan sarana
produksi peternakan dari waktu ke waktu (Puska Dagri 2016; Saptana et al, 2017).
Implikasi dari permasalahan yang dihadapi tersebut menyebabkan terjadinya fluktuasi
harga ayam broiler di tingkat konsumen dan dapat menyebabkan sistem rantai pasok
produk unggas tidak efisien (Saptana dan Yofa, 2016).
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia sangat peka terhadap perubahan harga
ayam broiler di tingkat konsumen karena komoditas ini masuk dalam komoditas strategis
yang harus dijaga kestabilan harganya. Kendali yang dilakukan oleh pemerintah dalam
rangka kestabilan harga ayam broiler, yaitu pemerintah mengeluarkan peraturan
perundangan melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 5
Tahun 2022 yentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan
Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam
Ras. Berdasarkan peraturan tersebut ditetapkan harga batas bawah dan batas atas
untuk daging ayam dan bibit DOC broiler (final stock). Harga bawah untuk daging ayam
ditingkat produsen adalah Rp 21.000/kg dan harga atas adalah Rp 23.000/kg. Adapun
untuk komoditas DOC broiler adalah Rp 5.500/ekor untuk harga bawah dan Rp
6.500/ekor untuk harga atas. Atas dasar aturan tersebut, pemerintah turut campur tangan
dalam memantau pergerakan harga DOC dan daging ayam sehingga apabila terjadi
56

