Page 75 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 75
peningkatan harga yang tinggi atau di atas harga batas atas, maka pemerintah dapat
melakukan beberapa kebijakan guna mengendalikan harga tersebut seperti, (1) aspek
supply, pengaturan dan pengendalian produksi DOC FS melalui afkir dini Parents Stock
dan cutting Hatching Egg (HE) fertil, dan (2) aspek demand, upaya permanen
memperpendek rantai pasok melalui penguasaan retail oleh perusahaan
terintegrasi. Kebijakan temporer dilakukan melalui operasi pasar pada saat harga tinggi
di tingkat konsumen. Di sisi suplai DOC broiler (final stock/FS), pemerintah
mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.
32/PERMENTAN/PK.230/9/2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan
Ayam Ras dan Telur Konsumsi. Pada pasal 19 diaturan tersebut disebutkan bahwa
Pelaku Usaha Integrasi dan Pembibit PS yang melakukan budidaya harus
mengalokasikan DOC FS kepada Pelaku Usaha Mandiri, Koperasi, dan Peternak
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 wajib memenuhi ketentuan:
a. paling rendah 50% (lima puluh persen) Produksi DOC FS dari Pelaku Usaha
Integrasi dan/atau Pembibit PS dialokasikan untuk Pelaku Usaha Mandiri, Koperasi,
dan/atau Peternak; dan
b. paling tinggi 50% (lima puluh persen) Produksi DOC FS dari Pelaku Usaha Integrasi
dan/atau Pembibit PS dialokasikan untuk kepentingan sendiri dan Peternak mitra.
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1)
pengaruh harga dan jumlah DOC terhadap rantai pasok dan efisiensi usaha, (2) model
manajemen rantai pasok ayam broiler secara terpadu dikaitkan dengan faktor harga dan
arus produk, dan (3) dampak kebijakan pemerintah terhadap pengurangan impor DOC
GPS.
4.3. Metodologi Penelitian
4.3.1. Kerangka Penelitian
Rantai pasok merupakan suatu konsep yang didalamnya terdapat sistem
pengelolaan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi maupun aliran
keuangan (Emhar et al., 2014). Artinya, persyaratan terjadinya rantai pasok adalah
adanya aliran produk, informasi, dan aliran finansial. Terbentuknya rantai pasok adalah
dalam rangka efisiensi (Ilham, 2015; Saptana dan Yofa, 2016). Oleh karena itu,
hubungan antar pelaku rantai pasok harus satu kesatuan yang terafiliasi agar efisiensi
bisa berjalan dengan baik (Janvier-James, 2012).
Konsep manajemen rantai pasok atau Supply Chain Management (SCM) merujuk
pada manajemen keseluruhan proses faktor produksi, distribusi, dan pemasaran dimana
konsumen dihadapkan pada produk-produk yang sesuai dengan keinginannya dan
produsen dapat memproduksi produk-produknya dengan jumlah, kualitas, waktu, dan
lokasi yang tepat (Ilham et al., 2015; Marimin et al., 2013). Adanya keterkaitan antar
faktor membuat persoalan yang dihadapi semakin rumit yang mempengaruhi pada
implikasi kebijakan pemerintah terkait hubungan antara stuktur dan kinerja pasar yang
mempengaruhi rantai pasok dan fluktuasi harga ayam broiler.
Pada riset rantai pasok ini, harga dan aliran produk menjadi faktor yang dianalisis
dari variabel rantai pasok sebab dua variabel ini dapat menggambarkan kondisi rantai
pasok ayam broiler dari tiap pelaku yang ada didalamnya. Kedua variable ini dapat
57

