Page 30 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 30
peningkatan dari tahun 2010 – 2018 (OECD-FAO, 2022). Dilaporkan juga bahwa trend
konsumsi daging ayam ini lebih didominasi oleh konsumen berpenghasilan menengah
ke bawah. Artinya, konsumen berpenghasilan menengah ke bawah lebih memilih daging
ayam dibandingkan dengan konsumsi daging lainnya. Oleh karena permintaan daging
ayam yang terus meningkat, industri perunggasan terus mengembangkan teknologi
produksi dalam merespon permintaan yang tinggi.
Industri perunggasan, khususnya ayam broiler, merupakan industri dengan
kapitalisasi yang cukup besar dan terintegrasi dari hulu sampai hilir, serta telah
mengimplementasikan manajemen rantai pasok yang memiliki potensi besar untuk
mengefektifkan produksi dan meningkatkan daya saing pasar (Salim et al., 2020; Alfaima
et al., 2023). Menurut (Daryanto 2022; Elsedig et al., 2015), kinerja daya saing industri
perunggasan bergantung pada rantai pasok global dengan tingkat konektivitas global
yang tinggi serta harus mampu meningkatkan keunggulan komparatifnya. Dalam global
value chain, aktivitas rantai nilai industri perunggasan saling terintegrasi dari pembibitan
(Great Grand Parent Stocks/ GGPS, Grand Parent Stocks/GPS, Parent Stocks/PS),
pakan/obat-obatan, budidaya (on-farm), distributor, pengolahan dan konsumen akhir
(Bukhori et al, 2015; Saptana et al, 2016; Prayugo et al, 2012).
Industri unggas tergolong dalam pasar oligopolitistik (Mua’zu et al, 2013).
Beberapa penelitian menunjukkan struktur pasar pada industri unggas di berbagai
negara adalah struktur pasar oligopoli, khususnya pada penguasaan input dan output
produksi, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina, dan Jepang (Mua’zu et al,
2013; Saptana et al, 2020; Chokesomritpol et al, 2018; Chung, 2007; Tajima, 2023).
Penguasaan input day old chick (DOC) oleh beberapa perusahaan besar di suatu negara
karena perusahaan tersebut memiliki akses ke perusahaan pure line broiler. Jumlah
perusahaan tersebut hanya ada 3 perusahaan di dunia. Perusahaan ini mendominasi
pasar dunia untuk pure line, yaitu Aviagen Broiler Breeders, Cobb-Vantress, and
Hubbard (Hiemstra and Napel, 2013). Perusahaan Aviagen Broiler Breeders adalah
bagian dari Aviagen Group dan yang merupakan perusahaan keluarga bernama EW
Group yang berlokasi di Jerman. Hubbard dimiliki oleh Groupe Grimaud yang berlokasi
di Perancis dan juga merupakan perusahaan keluarga. Adapun Cobb-Vantress adalah
anak perusahaan dari Tyson Foods Inc. Perusahaan ini diwakili oleh Cobb-Europe di
Eropa berlokasi di Colchester, Inggris. Akan tetapi, perusahaan Hubbard diakuisisi oleh
Aviagen pada tahun 2016 sehingga perusahaan genetik ayam broiler hanya ada dua,
yaitu Aviagen dan Cobb-Vantress. Dengan demikian, ketergantungan bibit DOC GPS
dari luar negeri sangat tinggi sehingga menjadikan suplai bibit DOC tersebut besifat
oligopolistic. Di samping itu, komponen bahan baku pakan impor mendorong harga
sarana produksi peternakan (sapronak) terus mengalami peningkatan dari waktu ke
waktu, sedangkan harga output mengalami fluktuasi yang tergolong tinggi (Saptana et
al., 2016).
Umumnya, usaha ayam broiler adalah peternakan intensif dan sering dikaitkan
bahwa peternak secara individual sering mendapatkan profit yang kecil (Brevik et al,
2020; Caffyn, 2020). Selama beberapa dekade, industri ini melakukan pengembangan
atau berevolusi dari bisnis lokal yang terfragmentasi menjadi salah satu bagian produksi
pertanian yang paling efisien dan terintegrasi secara vertikal (Asche et al, 2018; Brevik
et al, 2020). Integrasi vertikal rantai pasok ayam broiler menyiratkan adanya koordinasi
12

