Page 29 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 29

BAB II
                    KONTESTASI AKTOR PADA RANTAI PASOK AYAM BROILER
                    DALAM MEMPENGARUHI FLUKTUASI HARGA AYAM BROILER
                        DALAM PEMBANGUNAN PETERNAKAN DI INDONESIA



              2.1. Abstrak
              Industri  ayam  broiler  baik  di  dunia  ataupun  di  Indonesia  sudah  menjadi  kekuatan
              megafarm yang membentuk integrasi vertikal yaitu integrasi usaha dari hulu sampai hilir.
              Hal yang unik di Indonesia adalah industri ayam broiler ada dua integrasi, yaitu integrasi
              vertikal dan horizontal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis
              kontestasi aktor pada arena rantai pasok ayam broiler, dan kontestasi aktor pada arena
              pasar  ayam  broiler.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  deskriptif  kualitatif  untuk
              mendeteksi  praktek  sosial  dari  masing-masing  aktor  yang  berkontestasi  pada  kedua
              arena tersebut. Penelitian ini dilaksanakan secara nasional dan di beberapa provinsi,
              yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
              Informan penelitian terdiri dari 1-2 orang top manajemen di perusahaan GPS, 1-2 orang
              pimpinan commercial farms di provinsi, 1-2 orang perwakilan asosiasi peternak (Gopan
              atau Pinsar) di provinsi, satu peternak mandiri di provinsi, dan satu orang peternak. Hasil
              penelitian menunjukkan bahwa kontestasi aktor pada arena rantai pasok ayam broiler
              dikuasai oleh perusahaan full dan partial integrator karena kepemilikan sumber input
              DOC FS, Pakan, dan penguasaan hilirisasi dan membentuk struktur pasar oligopolistik,
              sedangkan  kontestasi  aktor  pada  arena  pasar  ayam  broiler  ditentukan  berdasarkan
              struktur pasar kompetisi karena masing-masing pelaku suplai dan konsumen banyak.
              Adapun harga terbentuk didasarkan pada kekuatan masing-masing pelaku tergantung
              dari  pemanfaatan  modal  ekonomi  oleh  pelaku  rantai  pasok  dan  pemanfaatan  modal
              sosial berupa jaringan informasi dan jaringan pelaku rantai pasar.
              Kata Kunci: Kontestasi Aktor, Praktek Sosial, Penentuan Harga, Live Bird, Rantai Pasok



              2.2.  Pendahuluan
                    Peternakan merupakan salah satu subsektor yang memiliki peran strategis dalam
              pembangunan sektor pertanian baik ditingkat nasional maupun daerah, terutama dalam
              mendukung  pencapaian  ketahanan  pangan  nasional.  Subsektor  peternakan  memiliki
              kontribusi yang cukup tinggi dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor
              pertanian. PDB peternakan atas harga konstan tahun 2022 sebesar Rp.178,1 triliun atau
              meningkat 6,24 persen dari tahun 2021. Sementara PDB peternakan atas harga berlaku
              sebesar  Rp.298  triliun  dan  memberikan  kontribusi  16,51%  terhadap  PDB  subsektor
              pertanian.  Daya  tahan  dan  daya  saing  subsektor  peternakan  ditunjukan  dengan
              kontribusi sebesar 1,51% dan 1,58% terhadap PDB Nasional pada tahun 2021 dan 2022
              (BPS 2023). Daryanto (2022) menyatakan bahwa daya tahan dan daya saing subsektor
              peternakan di Indonesia direfleksikan oleh industri perunggasan sebagai sektor kritikal
              dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi protein hewani.

                    Industri perunggasan merupakan industri yang menghasilkan daging ayam yang
              telah menjadi komoditas populer. Trend konsumsi daging ayam dunia terus mengalami
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34