Page 24 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 24
pengembalian modal pada level moderat; (2) peternak baik mandiri maupun peternak
plasma menghadapi struktur pasar yang oligopsonistik dan pedagang pengepul/broker
menghadapi struktur pasar yang oligopolistik dalam berhadapan dengan perusahaan inti
melalui harga Posko; (3) pedagang pengecer menerima rata-rata margin keuntungan
terbesar per unit output, sedangkan pedagang besar antar wilayah menerima margin
total terbesar karena omzet penjualan yang besar; dan (4) pasar komoditas broiler tidak
terintegrasi, secara relatif peternak ke pedagang besar tidak terintegrasi dan pedagang
besar ke pedagang pengecer secara relatif lebih terintegrasi. Secara ringkas dapat
disimpulkan bahwa usaha ternak broiler pada berbagai pola usaha menguntungkan dan
sistem pemasaran yang belum efisien.
Novita dan Rohman (2019) menyimpulkan: (1) Semua input produksi yaitu DOC,
pakan, vaksin, dan obat-obatan dipasok oleh perusahaan, disamping ada perusahaan
yang juga bertindak sebagai produsen pakan dan DOC; (2) Dalam memasarkan ayam
broiler sepenuhnya oleh pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Pedagang
pengumpul mendapatkan dari peternak mandiri dan perusahaan inti, kemudian
menjualnya dalam bentuk hidup kepada Rumah Potong Ayam (RPA). Pedagang
pengecer mendapatkan produk dalam bentuk karkas, parting, dan fillet dari RPA.
Saptana dan Ilham (2020) menunjukan pelaku rantai pasok pada komoditas broiler
hidup dan daging ayam masih cukup panjang dan kurang kompetitif. Posisi dominan
dalam penentuan harga pada rantai pasok daging ayam adalah perusahaan integrator
dan pedagang pengepul. Integrasi pasar broiler di tingkat peternak di daerah sentra
produksi di Jawa Barat dan di tingkat pedagang pengecer di Kota Bandung tidak
terintegrasi dengan baik dengan nilai Index Market Conection (IMC) sebesar 5,956 (tidak
terintegrasi), dan di Jawa Timur juga tidak integrasi namun dengan nilai IMC yang
menunjukkan lebih baik, yaitu 1,654. Tingkat fluktuasi harga daging ayam cukup
moderat, yang diindikasikan oleh nilai Coefisien Variasi (CV) 6,82. Harga broiler di tingkat
produsen lebih fluktuatif dibandingkan harga daging ayam broiler di tingkat konsumen.
Implikasi kebijakan dari temuan penelitian ini adalah perlunya memotong rantai pasok
yang terlalu panjang, memperbaiki struktur pasar ke arah struktur yang lebih kompetitif,
meningkatkan keterpaduan pasar dan menjaga stabilisasi harga daging ayam.
Saragih, dkk (2020) menyatakan bahwa pemangku kepentingan dalam sistem
peternakan unggas didominasi oleh pelaku kelompok swasta yang bekerja dalam
kelompok untuk mengelola peternakan dan proses rantai nilainya dan secara resmi telah
diatur undang-undang. Aktor-aktor ini umumnya bertindak seperti pemangku
kepentingan penting yang positif, yang mengatur pertanian. Ancaman itu nyata dan ada
dan harus diturunkan sebanyak mungkin untuk mengurangi efek turn-back. Lima sumber
daya bersama teratas adalah akses, ruang, waktu, kebijakan, pengetahuan, dan
keterampilan. Sumber daya tersebut akan bertahan lebih lama untuk mempertahankan
kebutuhan yang kuat dari peternakan unggas. Hubungan antar aktor didominasi oleh
rentang korelasi yang bervariasi antara negatif, netral hingga positif. Aktor belum
melakukan intervensi dan inovasi. Aktor-aktor dengan kepentingan rendah dan
kekuasaan rendah kemudian harus dipromosikan menjadi kepentingan tinggi dan
kekuasaan tinggi dengan menggunakan bantuan, bimbingan, dan layanan dari masing-
masing aktor dari rantai nilai dan kerjasama dan usaha taninya.
6

