Page 25 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 25

Sembada,  Daryanto,  dan  Andik  (2021)  menunjukkan  bahwa  aksesibilitas  dan
              pasokan faktor produksi terhambat karena adanya kebijakan pembatasan aktivitas dan
              kebijakan  pengendalian  produksi  yang  mengakibatkan  penurunan  produksi.
              Terganggunya  proses  distribusi  juga  mempengaruhi  penawaran  dan  permintaan.
              Penurunan  permintaan  ayam  broiler  sangat  tinggi.  Faktor-faktor  tersebut  dapat
              mempengaruhi fluktuasi harga faktor produksi dan harga jual unggas hidup di tingkat
              peternak. Permasalahan akibat pandemi harus disikapi secara tepat dan menyeluruh
              sebagai upaya mitigasi dalam menghadapi krisis di masa mendatang. Strategi yang tepat
              perlu dilakukan secara komprehensif mulai dari hulu, rantai pasok, hingga hilir. Misalnya,
              kemitraan dengan industri pengolahan (atau integrator), investasi dalam rantai dingin,
              dan promosi akan memainkan peran penting.
                    Hasil kajian Weng (2013) tentang dinamika industri broiler di Amerika Serikat (AS)
              memberikan gambaran yang relatif sama dengan yang terjadi di Indonesia. Dikemukakan
              bahwa industri broiler di AS hampir secara keseluruhan terintegrasi, baik secara vertikal
              maupun secara horizontal. Secara vertikal, lebih dari 90% produksi broiler berasal dari
              peternak yang melakukan kontrak dengan perusahaan pengolahan. Secara horisontal,
              peternak broiler di AS lebih terkonsentrasi lagi yang disebabkan oleh terjadinya realokasi
              sumber daya, sebagian peternak keluar dari pasar, dan pengembangan skala usaha.
                    Di India, sejumlah besar perusahaan produksi unggas terintegrasi sudah cukup
              banyak berkembang, khususnya di India bagian selatan dan di India bagian barat sekitar
              Mumbai (Landes et al. 2004; Mehta dan Nambiar 2008). Sebaliknya, di Mesir hanya satu
              peternakan ayam pedaging skala besar yang sepenuhnya terintegrasi (Otte et al. 2007).
              Saat ini informasi mengenai jumlah produsen terintegrasi berskala besar di Cina masih
              terbatas, tetapi jelas bahwa beberapa di antaranya beroperasi dalam skala yang sangat
              besar. Perusahaan Beijing Dafa Chia Tai, yang mengklaim sebagai yang terbesar ketiga
              di China, memelihara 2 juta ayam pedaging dari peternakan mereka sendiri dan 6 juta
              dari 2.300 peternak kontrak. Sementara itu, diperkirakan 70% produksi daging ayam
              pedaging Thailand berasal dari sektor unggas terintegrasi skala besar (Rushton et al.
              2005). Di Brasil, produksi ayam pedaging untuk ekspor mencapai sekitar 30% dari total
              produksi ayam pedaging yang dikuasai oleh 20 integrator besar yang termasuk dalam
              asosiasi  eksportir  utama,  Associao  Brasileira  dos  Productores  dan  Exportadores  de
              Frangos (ABEF).
                    Berdasarkan hasil penelitian Unveren dan Luckstead (2020) menyatakan bahwa
              rantai pasok industri ayam pedaging yang komprehensif di AS memberikan kontribusi
              pada jagung dan bungkil kedelai, pabrik pakan, pembibitan, pembenihan, peternakan
              pembesaran, pengolahan ayam pedaging, nilai tambah pengolahan, dan perdagangan
              internasional. Hasil pemodelan yang dilakukan menunjukkan skenario harga pakan turun
              saat pasokan jagung meningkat dan hal ini dapat menurunkan biaya produksi peternak
              dan peternakan pembesaran.
                    Penelitian  yang  dilakukan  oleh  Kaur  dan  Arshad  (2008)  menyimpulkan  bahwa
              integrator menjalankan kekuasaan yang cukup besar atas ayam pedaging dalam proses
              pemasaran. Penelitian ini menemukan juga bahwa industri ayam broiler di Semenanjung
              Malaysia  merupakan  pasar  yang  sangat  terintegrasi.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa
              keterkaitan  antara  pusat  harga  pasar  dan  pasar  regional  terus  dipertahankan  oleh


                                                    7
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30