Page 23 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 23

adanya  kenaikan  harga  secara  cepat.  Pedagang  dan  distributor  ayam  broiler  dari
              peternak atau yang biasa dikenal dengan nama broker ditengarai sebagai aktor dalam
              rantai pasok ayam broiler yang paling dominan menentukan harga ayam broiler. Disisi
              lain broker tidak mau disalahkan sepenuhnya, karena mereka harus menanggung biaya
              penyusutan  ayam  broiler  selama  proses  distribusi,  dan  persaingan  antar  broker
              dipasaran. Menurut Bourdieu (1980) seseorang yang menguasai kapital dengan habitus
              yang memadai akan menguasai arena dan memenangkan pertarungan karena di dalam
              arena selalu terjadi pertarungan.
                    Melihat permasalah diatas, salah satu pelaku rantai pasok adalah peternak yang
              terlibat  sebagai  usaha  pokoknya  sehingga  perlu  adanya  peran  pemerintah  dalam
              memberikan perlindungan dan regulasi. Transformasi peternak skala kecil ke arah yang
              lebih  modern  pada  sistem  pangan  yang  masif,  cepat,  dan  berkesinambungan
              membutuhkan  dukungan  kebijakan  yang  inovatif,  dukungan  penelitian  dan
              pengembangan, diferensiasi produk, perubahan preferensi konsumen ke arah makanan
              olahan,  dan  penerapan  digitalisasi.  Di  sisi  lain,  transformasi  di  aktivitas  bisnis  ritel
              (supermarket  dan  marketplace  komoditas  pertanian),  serta  gerai  makanan  siap  saji
              memberikan  implikasi  semakin  pentingnya  compliance  terhadap  standar  persyaratan
              terkait   keamanan   pangan    (food   safety),   animal   welfare,   biosecurity,
              compartmentalization, serta traceability (Reardon dan Berdegue 2002; Weatherspoon
              dan  Reardon  2003;  Shepherd  2005;  Daryanto  2017).  Peran  pemerintah  adalah
              mengeluarkan  berbagai  regulasi  dan  kebijakan  untuk  menciptakan  keseimbangan
              industri  ayam  broiler  di  Indonesia.  Tren  transformasi  yang  terjadi  perlu  diantisipasi
              dengan strategi yang sistematis untuk meningkatkan daya saing dan resiliensi industri
              perunggasan  di  Indonesia.  Untuk  menjawab  tantangan  tersebut  terdapat  beberapa
              pilihan model bisnis, yaitu model bisnis yang terintegrasi secara vertikal, model bisnis
              yang terintegrasi secara horizontal, dan model bisnis kemitraan yang inklusif, modern,
              dan berorientasi pasar.
                    Purwaningasih (2016) menunjukan bahwa: 1) sistem rantai pasok agribisnis ayam
              terdiri dari 5 bagian subsistem yang didalamnya terdapat beberapa pelaku mata rantai
              yang  saling  berkerja  sama,  (2)  didalam  pendistribusian  ayam,  keuntungan  nominal
              rupiah  paling  besar  diterima  oleh  lapak  atau  biasa  disebut  sebagai  pedagang  akhir
              dipasaran dengan nominal Rp.1000,- hingga Rp.2000,- perkilogram karkas ayam, (3)
              Jumlah keseluruhan berat ayam yang dijual oleh pedagang tidak sebanyak jumlah ayam
              yang dijual oleh broker ataupun bakul.
                    Saptana  dan  Yofa  (2016)  menyatakan  penggunaan  analisis  manajemen  rantai
              pasok  pada  produk  perunggasan  dapat  meningkatkan  efisiensi  distribusi  produk
              perunggasan melalui keterpaduan proses produk dan antar pelaku dalam rantai pasok.
              Kinerja  produksi  dan  konsumsi  produk  perunggasan  menunjukkan  peningkatan  yang
              tinggi,  namun  posisi  perdagangannya  hingga  kini  masih  defisit.  Dalam  rangka
              mewujudkan sistem distribusi produk perunggasan yang efisien diperlukan penerapan
              manajemen rantai pasok secara terpadu. Dalam hal ini, pemerintah perlu memfasilitasi
              bagi  tumbuh  dan  berkembangnya  kemitraan  usaha  agribinis  perunggasan  melalui
              pendekatan manajemen rantai pasok secara terpadu.
                    Saptana, Maulana dan Ningsih (2017) menunjukan bahwa: (1) usaha ternak broiler
              pada  berbagai  pola  usaha  masih  tetap  menguntungkan  dan  memiliki  efektivitas
                                                    5
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28