Page 20 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 20

Tingginya  permintaan  komoditas  dan  produk  peternakan  terutama  unggas  di
              Indonesia dikarenakan oleh faktor pendukung dari sisi demografi, seperti pertumbuhan
              penduduk,  urbanisasi,  harapan  hidup  semakin  besar,  dan  faktor  ekonomi  yang
              mencakup peningkatan pendapatan per kapita dan semakin banyaknya penduduk kelas
              menengah (Daryanto 2022). Fenomena income effect ini sejalan dengan Hukum Bennet
              (Bennet  1941)  yang  menyatakan  bahwa  peningkatan  daya  beli  masyarakat  akan
              mengakibatkan  pergeseran  pola  konsumsi  pangan  dari  pangan  berbasis  serealia
              menjadi high value agricultural products yang berkualitas tinggi dan bervariasi. Hal ini
              dibuktikan oleh data BPS (Gambar 2) yang menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan
              konsumsi  per  kapita  daging  ayam  masyarakat  Indonesia  pada  periode  2007–  2021
              cenderung  terus  meningkat  sebesar  4.59%  per  tahun.  Dari  konsumsi  sebesar  0.079
              kg/kapita/minggu pada tahun 2007 menjadi 0.142 kg/kapita/minggu di tahun 2021 (BPS,
              2022).



















              Gambar. 2 Rata-rata konsumsi rumah tangga per kapita daging ayam tahun 2007–
                         2021 (kg/kapita/ minggu)

                    Tren  peningkatan  permintaan  daging  ayam  (Gambar  3)  menunjukkan  pola
              kenaikan permintaan sebesar 6% pada periode 2014–2023 dan merepresentasikan 67%
              dari  permintaan  daging  nasional  (Mulder,  Kumar,  dan  Horne  2015).  Daging  ayam
              menjadi ‘the king of meat’ sekaligus ‘the most favorite meat’ yang didukung oleh tren
              pergeseran preferensi konsumen di Indonesia dari daging merah (red meat) ke daging
              putih (white meat) (Daryanto 2022). Terlepas dari potensi peningkatan permintaan yang
              signifikan, realisasi konsumsi per kapita daging ayam Indonesia masih berada di bawah
              konsumsi per kapita global. Konsumsi per kapita daging ayam Indonesia berada pada
              kisaran  7,76–8,03  per  kg/kapita/tahun  selama  periode  2019–2021  (Gambar  4).
              Sementara itu, pada periode yang sama, rata-rata konsumsi per kapita daging ayam
              dunia mencapai 14.75–14.88 per kg/kapita/tahun. Konsumsi per kapita Indonesia masih
              lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN seperti Vietnam, Filipina, dan
              Thailand (OECD-FAO 2022).







                                                    2
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25