Page 91 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 91

terkoordinasi dan terintegrasi (Holt & Ghobadian, 2009). Kuantitas produksi yang tepat
              dapat mempengaruhi efisiensi operasional dalam rantai pasok (Susanty et al., 2021).
              Jika  jumlah  produksi  tidak  mencukupi,  pelaku  dalam  rantai  pasokan  mungkin
              menghadapi kesulitan dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya mereka. Hal ini
              dapat  mengakibatkan  biaya  operasional  yang  lebih  tinggi,  seperti  pengiriman  yang
              kurang efisien, penanganan inventaris yang kurang optimal, atau penggunaan tenaga
              kerja  yang  tinggi  (Nääs  et  al.,  2015).  Sebaliknya  jika  jumlah  produksi  berlebihan,
              kelebihan  persediaan  dapat  menyebabkan  tingginya  biaya  penyimpanan  dan
              pemborosan sumber daya. Oleh karena itu, perencanaan kuantitas produksi yang baik
              dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional pada rantai pasok (Masuku, 2011).
              Kuantitas produksi juga dapat mempengaruhi inovasi dan pengembangan produk dalam
              rantai pasokan (Disney & Towill, 2003). Pada industri dengan volume produksi rendah,
              inovasi dan pengembangan produk mungkin terhambat karena kurangnya permintaan
              dan daya beli. Di sisi lain, dengan volume produksi yang lebih tinggi, perusahaan dapat
              memiliki  insentif  dan  sumber  daya  yang  cukup  untuk  melakukan  inovasi  dan
              pengembangan  produk  baru  (Holt  &  Ghobadian,  2009).  Hal  ini  dapat  menciptakan
              keunggulan  kompetitif  dan  memberikan  nilai  tambah  bagi  konsumen  (Das  &  Abdel-
              Malek,  2003).  Secara  umum,  kuantitas  produksi  yang  tepat  dapat  mempengaruhi
              ketersediaan  produk,  koordinasi  dan  integrasi  dalam  rantai  pasokan,  efisiensi
              operasional, serta inovasi dan pengembangan produk (Khan et al., 2022). Oleh karena
              itu,  perencanaan  dan  pengelolaan  jumlah  produksi  yang  baik  sangat  penting  dalam
              menjamin rantai pasok yang efisien dan kompetitif. Penelitian ini mempunyai arti bahwa
              dalam  upaya  meningkatkan  supply  chain  juga  perlu  dilakukan  peningkatan  jumlah
              produksi ayam pada pelaku usaha ayam broiler. Jika jumlah produksi ayam perusahaan
              bisa ditingkatkan, maka akan berdampak signifikan pada rantai pasok.

              Pengaruh Harga DOC Terhadap Efisiensi Usaha Ayam Broiler

                    Hasil koefisien jalur yang diperoleh pada hipotesis ketiga antara harga DOC pada
              efisiensi usaha ayam broiler diperoleh nilai TStatistics sebesar 11,635 ≥ 1,657 dengan
              nilai  signifikan  P-Value  sebesar  0,000  ≤  0,05.  Disimpulkan  terdapat  pengaruh  yang
              signifikan antara harga DOC terhadap efisiensi usaha ayam broiler. Koefisien jalur yang
              bernilai positif berarti semakin baik harga DOC maka semakin baik pula efisiensi usaha
              ayam broiler.
                    Penelitian  ini  diperkuat  dengan  penelitian  yang  dilakukan  oleh  Donohue  &
              Cunningham (2009); Dziwornu (2017); Kakengi dkk., (2007); Saeid & Al-Nasry (2010);
              dan  Suwarta  (2018)  yang  menyatakan  bahwa  harga  DOC  berpengaruh  signifikan
              terhadap efisiensi usaha ayam broiler. Harga DOC merupakan salah satu faktor penting
              yang  mempengaruhi  efisiensi  usaha  ayam  broiler  (Suwarta,  2018).  Harga  DOC
              merupakan salah satu komponen biaya produksi yang cukup besar dalam usaha ayam
              broiler. Jika harga DOC semakin tinggi maka biaya produksi akan meningkat (Dziwornu,
              2017). Hal ini akan mempengaruhi margin keuntungan perusahaan, apalagi jika harga
              jual ayam broiler tidak sesuai harapan (Kakengi et al., 2007).
                    Harga DOC yang lebih tinggi berarti kualitas ayam broiler yang lebih baik (Suwarta,
              2018). Ayam broiler dengan kualitas lebih tinggi umumnya memiliki pertumbuhan lebih
              cepat, pakan lebih efisien, dan angka kematian lebih rendah. Hal ini akan mempengaruhi
                                                    73
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96