Page 92 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 92

efisiensi  produksi  secara  keseluruhan  (Khan  et  al.,  2022).  Kualitas  DOC  juga  dapat
              mempengaruhi  produktivitas  ayam  broiler  (Dziwornu,  2017).  Apabila  bibit  yang
              digunakan mempunyai tingkat konversi pakan yang lebih baik atau laju pertumbuhan
              yang lebih cepat maka produktivitas ayam broiler akan meningkat (Saeid & Al-Nasry,
              2010). Hal ini akan berdampak positif terhadap efisiensi usaha ayam broiler. Harga DOC
              yang lebih tinggi juga berarti ayam broiler yang lebih sehat dan bebas penyakit (Donohue
              &  Cunningham,  2009).  Ayam  broiler  yang  sehat  cenderung  tumbuh  lebih  baik  dan
              mengalami tingkat kematian yang lebih rendah (Marisa & Sitepu, 2019). Hal ini akan
              mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan efisiensi operasional usaha ayam broiler.
              Harga  DOC  yang  lebih  tinggi  berarti  pemasok  yang  lebih  dapat  dipercaya  dan
              berpengalaman  (Donohue  &  Cunningham,  2009).  Supplier  yang  terpercaya  dapat
              menyediakan DOC dalam jumlah yang diinginkan dan waktu yang tepat. Hal ini akan
              meminimalkan risiko kekurangan stok ayam dan mengoptimalkan produktivitas usaha
              ayam broiler.
                    Secara  keseluruhan  harga  DOC  dapat  mempengaruhi  efisiensi  usaha  ayam
              broiler melalui biaya produksi, kualitas dan produktivitas ayam broiler, kesehatan ayam
              broiler, dan keandalan pemasok bibit (Kakengi et al., 2007). Penting bagi pelaku usaha
              ayam broiler untuk mempertimbangkan harga DOC secara cermat dan memilih bibit yang
              sesuai dengan kebutuhan usahanya untuk mencapai efisiensi operasional yang optimal.
              Maksud  dari  penelitian  ini  adalah  bahwa  dalam  upaya  meningkatkan  efisiensi  usaha
              ayam  broiler,  perlu juga  dilakukan  peningkatan  harga  DOC  bagi  pelaku  usaha  ayam
              broiler. Jika harga DOC di perusahaan dapat dinaikkan maka akan berdampak signifikan
              terhadap efisiensi usaha ayam broiler.

              Pengaruh Jumlah Produksi DOC Terhadap Efisiensi Usaha Ayam Broiler
                    Hasil koefisien jalur yang diperoleh pada hipotesis keempat antara jumlah produksi
              DOC dan efisiensi usaha ayam broiler diperoleh nilai TStatistics sebesar 8,584 ≥ 1,657
              dengan nilai P-Value signifikan 0,000 ≤ 0,05 maka disimpulkan terdapat pengaruh yang
              signifikan. antara jumlah produksi DOC terhadap efisiensi usaha ayam broiler. Koefisien
              jalur yang bernilai positif berarti semakin baik jumlah produksi DOC maka semakin baik
              pula efisiensi usaha ayam broiler.
                    Penelitian ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Areerat-Todsadee
              et  al.,  (2012);  Liu  dkk.,  (2013);  Pakage  dkk.,  (2014);  Pakpahan  dkk.,  (2021);  dan
              Wardhani  et  al.,  (2018)  yang  menyatakan  bahwa  jumlah  produksi  DOC  dapat
              mempengaruhi  efisiensi  usaha  ayam  broiler  secara  signifikan.  Jumlah  produksi  DOC
              yang  cukup  akan  menjamin  tersedianya  DOC  yang  cukup  untuk  kebutuhan  usaha.
              Dengan  memiliki  jumlah  bibit  yang  cukup,  pelaku  usaha  dapat  menjaga  kelancaran
              produksi dan menghindari kekurangan stok bibit yang dapat mengganggu efisiensi usaha
              (Pakage et al., 2014).
                    Banyaknya produksi DOC juga mempengaruhi harga DOC. Jika produksi DOC
              rendah  maka  harganya  cenderung  tinggi  (Wardhani  et  al.,  2018).  Hal  ini  dapat
              meningkatkan  biaya  produksi  usaha  ayam  broiler  dan  menurunkan  efisiensi  usaha.
              Sebaliknya jika jumlah produksi DOC banyak maka harganya cenderung lebih rendah
              sehingga  menghemat  biaya  produksi.  Tingginya  jumlah  produksi  DOC  dapat
              memberikan peluang untuk memilih bibit yang lebih berkualitas (Pakage et al., 2014).
                                                    74
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97