Page 120 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 120
BAB VI
KESIMPULAN UMUM
Rantai pasok ayam broiler di Indonesia merupakan sistem yang kompleks dan
melibatkan banyak aktor, arus informasi, keuangan dan aliran produk berupa ayam
broiler. Kontestasi aktor pada arena rantai pasok ayam broiler dikuasai oleh perusahaan
Integrator karena kepemilikan sumber input DOC FS, pakan, dan penguasaan hilirisasi
serta membentuk struktur pasar oligopolistik, sedangkan kontestasi aktor pada arena
pasar ayam broiler ditentukan berdasarkan struktur pasar kompetitif karena masing-
masing pelaku suplai dan konsumen jumlahnya banyak. Kompleksitas rantai pasok ayam
broiler dan kontestasi aktor mempengaruhi harga live bird, sehingga harga live bird bukan
hanya dipengaruhi oleh hukum supply and demand yang berlaku dalam ilmu ekonomi.
Fluktuasi dan disparitas harga ayam broiler dan karkasnya di wilayah studi tidak
dipengaruhi pandemi Covid-19. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui
fluktuasi dan disparitas harga live bird di tingkat peternak dan harga karkas di tingkat
konsumen pada daerah yang bukan produsen ayam broiler.
Model manajemen rantai pasok (suplly chain) dalam penelitian ini dapat digunakan
sebagai model rantai pasok di Indonesia karena telah memenuhi kaidah Goodness and
Fit. Harga dan jumlah produksi DOC secara langsung berpengaruh positif dan signifikan
terhadap supply chain dan efisiensi usaha ayam broiler. Supply chain secara langsung
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi usaha ayam broiler di
Indonesia. Supply chain mampu memediasi secara parsial harga DOC dan jumlah
produksi DOC terhadap efisiensi usaha ayam broiler pada pelaku usaha ayam broiler di
Indonesia. Dampak kebijakan pemerintah terhadap pengurangan impor GPS berdampak
positif dan negatif. Dampak negatif terjadi berupa penurunan jumlah GPS di perusahaan
integrator serta berkurangnya pasokan live bird oleh peternak mandiri. Dampak positif
dari kebijakan ini adalah terjadinya peningkatan produktivitas live bird di perusahaan
integrator yang diikuti oleh peningkatan permintaan pakan.
Industrialisasi perunggasan telah mendorong modernisasi rantai pasok ayam
broiler ke arah yang lebih efektif dan efiseien sesuai paradigma pembangunan liberal
yang berbasis teori liberalisme. Dalam rangka melindungi ekistensi dan keberlanjutan
pelaku usaha mandiri dan peternak rakyat diperlukan kebijakan pemerintah melalui
serangkaian instrumen kebijakan yang mampu memberikan perlindungan dan
pemberdayaan pelaku usaha mandiri dan peternak rakyat agar memiliki daya saing
dalam rantai pasok ayam broiler. Perlindungan dan pemberdayaan ini diperlukan agar
pembangunan sub sektor peternakan khususnya industri perunggasan dapat dirasakan
manfaatnya lebih merata dan berkeadilan baik di tingkat nasional maupun daerah.

