Page 118 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 118
peternak rakyat untuk bermitra atau membentuk koperasi/korporasi serta membentuk
integrasi horisontal sehingga mampu bersaing dengan Integrator dalam akses terhadap
input (DOC dan bahan baku pakan), pengembangan modal dan teknologi. Disis lain,
kebijakan pemerintah juga harus mendorong perusahaan Integrator agar dapat
menembus pasar ekspor sehingga bisa menjadi salah satu solusi untuk diversifikasi dan
segmentasi pasar antara perusahaan Integrator dengan pelaku usaha mandiri/ peternak
rakyat.
Berdasarkan pada pembahasan ketiga topik penelitian di atas, penelitian ini telah
menghasilkan konsep dan proposisi baru yaitu:
1. Harga live bird di tingkat peternak tidak hanya dipengaruhi oleh keseimbangan
supply and demand tetapi juga dipengaruhi oleh kontestasi aktor yaitu
perusahaan Integrator pada arena rantai suplai ayam broiler dan Broker pada
arena rantai pasar ayam broiler.
2. Struktur pasar pada rantai suplai ayam broiler bersifat oligopolistik, sehingga
apabila hubungan antar perusahaan Integrator berjalan baik maka perusahaan
Integrator dapat mengatur suplai dan menentukan harga live bird, namun jika
sebaliknya maka berlaku struktur pasar kompetitif dan penentuan harga live
bird dibangun atas dasar tawar menawar yang sangat dipengaruhi oleh
dominasi Broker yang memiliki akses informasi untuk mencari dan
membandingkan harga live bird yang termurah, dan mampu menggeser kurva
supply and demand sampai pada titik harga kesepakatan yang menguntungkan
Broker.
3. Fluktuasi dan disparitas harga live bird di tingkat peternak dan harga karkas di
tingkat konsumen di daerah sentra produksi ayam broiler tidak terpengaruh
secara langsung akibat Pandemi Covid-19. Ini menunjukkan bahwa
kerentanan akibat suatu goncangan tidak selalu berpengaruh signifikan pada
suatu struktur harga.
4. Model manajemen rantai pasok ayam broiler di Indonesia berbeda dengan
rantai pasok di negara lain, karena terdiri dari empat bentuk, yaitu: 1) semua
pelaku berada dalam satu integrasi dari hulu (DOC GPS, DOC PS, dan DOC
FS) sampai hilir (penjualan live bird); 2) pelaku teritegrasi sebagian hanya
sampai aliran DOC GPS, DOC PS, dan DOC FS sedangkan penjualan live bird
diserahkan pada mekanisme pasar; 3) pelaku mandiri yang hanya pada aliran
DOC PS dan DOC FS sedangkan penjualan live bird diserahkan pada
mekanisme pasar; dan 4) peternak mandiri/rakyat hanya memelihara DOC FS
dan penjualan live bird diserahkan pada mekanisme pasar.
5. Harga dan jumlah produksi DOC secara langsung berpengaruh positif dan
signifikan terhadap rantai pasok (supply chain) dan efisiensi usaha ayam
broiler. Supply chain secara langsung mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap efisiensi usaha ayam broiler di Indonesia. Supply chain
mampu memediasi secara parsial harga DOC dan jumlah produksi DOC
terhadap efisiensi usaha ayam broiler pada pelaku usaha ayam broiler di
Indonesia.
6. Industrialisasi perunggasan ayam broiler mengarah pada paradigma
pembangunan liberal, sehingga pemerintah wajib hadir untuk melindungi
100

