Page 106 - Konsep Final Disertasi Agung S. 23 April 2024
P. 106
Simulasi Kebijakan Penuruan Impor DOC GPS
Pada tahun 2023, pemerintah melakukan penurunan kuota impor GPS sebesar
16% untuk impor tahun 2024. Sebanyak 26 perusahaan GPS mengikuti kontestasi untuk
mendapatkan kuota GPS tersebut. Simulasi kebijakan ini akan diterapkan dalam model
rantai manajemen rantai pasok ayam broiler seperti pada Gambar 1. Akan tetapi, model
tersebut harus divalidasi terlebih dahulu untuk mendapatkan model yang goodness and
fit sehingga model tersebut mampu memprediksi hasil simulasi kebijakan yang akan
diterapkan.
Hasil validasi menunjukkan nilai Root Mean Square (RMSE) dan Root Mean
Square Percented Error (RMSPE) diantara 0 – 2.99 untuk semua variable endogen,
sedangkan nilai U-Theil antara 0 – 0.41. Semakin kecil nilai RMSE, RMSPE dan U-Theil
akan semakin baik hasil simulasinya (Phyndick dan Rubinfield, 1991; Fitriani et al., 2014).
Adapun kriteria lainnya adalah R-square yang menunjukkan tingkat keeratan antara
2
variabel penjelas dan endogen. Semakin besar nilai R , maka model semakin baik
2
(Fitriani et al., 2014). Hasil R untuk semua persamaan adalah antara 0.75 – 0.95.
Pada Tabel 29 dapat diperlhatkan hasil simulasi kebijakan pemerintah mengurangi
DOC GPS dari alokasi 630.000 DOC GPS untuk tahun 2023 menjadi 530.000 DOC GPS
untuk tahun 2024 atau sebesar 15.87% dibulatkan menjadi 16%. Hasil kebijakan tersebut
berdampak pada pengurangan jumlah perusahaan GPS Farm Full Integrator sebanyak
1,13%. Demikian juga dengan jumlah perusahaan GPS Farm Partial Integrator turun
sebanyak 3,44%. Dampak penurunan juga terjadi pada jumlah live bird yang disuplai
Commercial Independent Farmer (CIF)) ke Broker dan Slaughter House sebanyak 2,2%.
Hal ini dapat disebabkan oleh turunkan jumlah peternak mandiri akibat ketidakpastian
harga dan pasokan DOC FS. Dampak penurunan juga jumlah live bird yang disuplai oleh
Bakul (Chicken Dealer/CD) ke Slaughter House. Hal ini kemungkinan harga yang
diberikan oleh Bakul tidak dapat bersaing dengan pemasok live bird/ LB lainnya.
Adapun kebijakan ini berdampak positif pada beberapa variable endogen seperti
diuraikan di bawah ini. Dampak kebijakan berdampak positif pada peningkatan jumlah
DOC FS yang diproduksi oleh perusahaan PSFFI sebesar 5,2%. Seiring dengan
peningkatan jumlah DOC FS pada perusahaan PSFFI, maka terjadi juga peningkatan
kebutuhan jumlah pakan sebesar 8,8%. Konsekuensi logis dengan terjadinya
peningkatan jumlah DOC FS pada Full Integrator, maka terjadi peningkatan jumlah LB
yang disuplai oleh Commersial Farm Full Integrator (CFFI) sebesar 5,17%.
Peningkatan jumlah DOC FS pun terjadi pada Partial Integrator dimana jumlah
DOC FS yang dihasilkan PS Farm Partial Integrator (PSFPI) meningkat sebesar 4,72%.
Peningkatan DOC FS ini direspon positif dengan peningkatan jumlah pakan yang
dibutuhkan sebesar 8,76%. Hasil LB yang merupakan produk yang dihasilkan dari
budidaya DOC FS oleh Commercial Farm Patnership Partial Integrator (CFPPI)
meningkat sebesar 1,48%.
Pada pelaku Independent Aktor, jumlah DOC FS yang dihasilkan oleh perusahaan
PS Farm Non GPS (PSFNGPS)) terjadi peningkatan sebesar 1,78%. Akibat peningkatan
jumlah DOC FS tersebut menyebabkan kebutuhan pakan meningkat sebesar 7,92%.
Dampak positif lainnya adalah terjadinya peningkatan jumlah suplai LB yang dihasilkan
oleh Commercial Farm Independent (CFI) sebesar 4,86%. Suplai LB yang dihasilkan CFI
88

